Struktur Makam Arung Kulo La Makarodda

Diposting oleh Unknown , Selasa, 04 Oktober 2016 22.21

Struktur Makam Arung Kulo La Makarodda


Deskripsi         : Struktur Makam Arung Kulo terletak di desa Kulo, berbentuk persegi panjang
               dengan ukuran nisan panjang 170 cm, lebar80 cm dan tinggi batu nisan 55 cm. 
Bentuk batu nisan adalah gada bermahkota, berukir dan mewakili masa gaya Islam dengan warna dasar batu nisannya hitam, abu-abu dan putih perak. Batu nisannya terdapat 2 buah dan kondisinya terawat baik dan makam tersebut sekarang dilengkapi dengan papan nama yang terbuat dari batu mar-mar. Orientasi makam tersebut menghadap utara-selatan dengan bahan dasarnya terbuat dari batu andesit.  Jarak tempuh 17 kilometer dari ibukota kabupaten. Berada di titik koordinat S 03.46. 604, E 119.47.761" dengan elevasi 40 meter dari permukaan laut. 
Latar Sejarah       :      La Makkarodda adalah Raja/ Arung Kulo yang ke-VI setelah menggantikan Ayahnya yang bernama Karaeng Baranpatola. La Makkarodda dalam menjalankan pemerintahannya dikenal bijaksana, arif, dekat dengan rakyatnya dan teguh dalam pendirian. La Makkarodda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Petta Janggo karena beliau memiliki jenggot yang lebat. Dalam melaksanakan pemerintahannya beliau mandat khusus dari Arung Rappang untuk mengatur kerajaannya sendiri atau mendapat hak otonomi dari kerajaan Rappang tetapi jika ada masalah di dalam kerajaan Kulo yang tidak dapat terpecahkan maka Arung Kulo akan berkonsolidasi ke kerajaan induk yaitu kerajaan Rappang.
                            Kerajaan Kulo  menjalin kekerabatan dengan keluarga kerajaan Rappang, kerajaan Suppa dan kerajaan tetangga lainnya karena hal tersebut merupakan salah satu trik politik untuk memperkuat eksistensi suatu kerajaan pada masa lalu. Hal tersebut dapat kita lihat bahwa tokoh pejuang sekaligus pewaris kerajaan Suppa yaitu La Sinrang adalah sepupu dari Arung Kulo yang terjalin dengan baik sampai dengan anak cucunya hingga sekarang.

               

Bangunan Saoraja kulo

Diposting oleh Unknown , Sabtu, 01 Oktober 2016 21.22

Bangunan Saoraja Kulo
Deskripsi                                : Saoraja  Kulo  adalah  rumah ( Istana Raja/ Arung ) Kulo yang  terletak di desa
Kulo Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi-Selatan dengan jarak tempuh tempuh dari ibukota kabupaten sekitar 20 kilometer dan berada di titik koordinat S 03. 46. 593", E 119.47. 813" dengan elevasi 40 meter dari ketinggian permukaan laut. Rumah tersebut berbentuk huruf L dengan orientasi Saoraja tersebut menghadap dari barat ke timur dan berumur kurang lebih 200 tahun.  
Saoraja Kulo mempunyai ukuran panjang 24 meter, lebar 12 meter dan tinggi 9 meter, berbentuk rumah panggungdengan jumlah tiang 54 buah. Bahan dasar Saoraja Kulo terbuat dari kayu Cenrana dan ada beberapa bagian yang di ganti dengan menggunakan kayu ulin dan telah mengalami beberapa kali renovasi, terutama pada bagian atap dan dinding rumah, kemudian jendela yang asli menurut keterangan menggunakan bambu dan sekarang telah di ganti dengan kaca karena kondisi yang lagi trend. Bagian depan rumah terdapat teras ( lego-lego ) dengan tangga yang mempunyai railing bermotif flora beragam. Atap mengikuti pembagian ruang, atap utama yang melindingi ruang utama yang memiliki 4 bubungan (Timpalaja ). Bagian rumah terbagi menjadi lima bagian yaitu, bagian teras, ruang tamu, ruang kamar tidur, ruang tengah untuk makan dan ruang dapur.
Latar Sejarah                       : Saoraja Kulo atau Rumah Istana Raja/ Arung Kulo didirikan sekitar abad ke - 19 oleh Arung Kulo ke-VI La Makkarodda atau Petta Janggo dan telah berusia sekitar 200 tahun jika di hitung dari tahun 2014. Kulo pada mulanya berdiri sendiri sebagai satu kerajaan otonom, kemudian bergabung dengan kerajaan Rappang menjadi Lili Passiajingenna Arung Rappang. Dalam Kerajaan Rappang itu ada empat Lili yaitu :
                                                      1. Lilina Kulo
                                                      2. Lilina Lalebata
                                                      3. Lilina Benteng
                                                      4. lilina Passeno
                                                      Ada dua macam Lilina Rappang yaitu Lilina Passiajingeng dan Lilina Bate-bate, Lilina Passiajengeng yaitu kerajaan yang mempunyai hak otonom penuh, sedangkan Lili Bate-bate tidak mempunyai hak otonom yaitu : Lilina Lalebata, Lilina Passeno dan Lilina Benteng sehingga ketiga Lili Bate-bate ini bergabung pada tata aturan Kerajaan Rappang.


                                                     Lili Passiajengeng itu adalah Kerajaan Kulo yaitu kerajaan otonom yang berhak mengatur kerajaannya sendiri tapi jika ada sesuatu masalah yang tidak dapat dipecahkan di dalam intern kerajaan Kulo baru pihak kerajaan Kulo menghadap kepada Arung Rappang untuk meminta petunjuk dan pertimbangan.
                                                      Saoraja Kulo mempunyai kegiatan rutin setiap tahunnya yaitu upacara adat "Maccera Manurung" yang dilaksanakan puluhan tahun silam hingga saat ini. Upacara tersebut dilaksanakan pada hari senin minggu ke- 2 bulan November. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dengan agenda acara yaitu pencucian benda-benda pusaka kerajaan seperti tombak, keris, badik dan simbol-simbol kerajaan Kulo yang dilaksanakan oleh pihak kerabat keluarga kerajaan Kulo, acara untuk menidurkan kerbau( mappatinro tedong), mengayun ( Mattojang ), mappadendang dan lain-lain.
                                                      Acara mappatinro tedong yaitu dengan satu ekor kerbau atau lebih dengan cara menidurkan kerbau dan besok paginya kerbau di bawa mengelilingi Saoraja sebanyak tiga kali putaran dan setelah itu di sembelih. Acara ini di hadiri oleh semua komponen masyarakat, tokoh adat baik dari dalam daerah maupun luar daerah Siidenreng Rappang, aparat pemerintah, wisatawan dan sebagainya. Kegiatan adat ini sudah menjadi agenda tahunan di Kulo dan masyarakat setempat ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut termasuk dalam hal pendanaan kegiatan ini.
                          " Saoraja Kulo is the house or the palace of the King Aroeng Kulo ang was bulith at 19 th century by the -VI Arung Kulo  La Makkarodda or Arung Petta janggo and the age from that bulding abaout 200 yerars last time ago ang to become the centre of goverment inthis Kingdoom .






Struktur Makam A. Pajalakitta

Diposting oleh Unknown , 20.23

Struktur Makam A. Pajalakitta 
Deskripsi                     : Makam Andi Pajala Kitta berbentuk persegi bujur sangkar dengan batu
nisan berjumlah satu dan masih dalam bentuk aslinya, belum mengalami perubahan yatu bentuk gada berukir. Bahan dasar batu nisan terbuat dari batu padas berwarna hitam dan orientasi makam menghadap dari utara ke selatan dengan ukuran  makam tersebut adalah panjang 70 cm, lebar 60 cm dan tinggi batu nisan 70 cm. situs ini berada di ketinggian 45 meter di atas permukaan laut, berada di titik koordinat  S 03 50 498", E 119 49 11.2 ".
Makam tersebut mewakili masa peradaban Islam dan berada di dalam kompleks perkuburan Jerra'E keluarga besar H. Andi Djoeddawi Panyiwi yang terletak di jalan Angkatan 66 kampung Lempange Kelurahan Rappang Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi-Selatan.
Latar Sejarah              :  Andi Pajala Kitta adalah seorang pejabat kerajaan Rappang dengan jaba
tan sebagai Sulewatang Rappang yang ke - V pada masa pemerintahan Arung Rappang Sumange Rukka dan Lasadapotto. Beliau memerintah secara arif dan bijaksana dan tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda dan pemerintah Jepang.Sebagai Sulewatang beliau memegang pemerintahan pengganti Raja (Arung Rappang ). Pada tahun 1904 beliau wafat di Rappang.
     Andi Pajalakitta was an official at Kingdoom Rappang with the task as 5th Sulewatang Rappang on the periode Arung Rappang Sumange Rukka and la Sadapotto. Beliau to rule sharp and wise and didn't cooperative with Colonial Goverment Belanda and Japan Goverment. He was rule at 1900 and was dead in 1904 .