Struktur Makam Petta Lampe Uttu

Diposting oleh Unknown , Jumat, 30 September 2016 22.45

Struktur Makam La Canno Petta Lampe Uttu



Deskripsi                    : Makam Lacanno ( Petta Lampe Uttu) persesi empat menghampiri bujur
sangkar dengan ukuran makam panjang 60 cm, lebar 50 cm, tinggi batu Nisan 90 cm. Batu nisan berbentuk Gada bermahkota mewakili masa gaya Islam dengan warna batu nisan putih perak dengan warna asli batunya keabu-abuan dan batu nisan terbuat dari dari batu  padas dan telah mengalami perubahan. Letak / orientasi makam tersebut  menghadap dari utara ke selatan dan makam tersebut terletak di dalam komplek pemakaman keluarga Arung Rappang/ Kerajaan Rappang " JerraE H. Andi Djoeddawi Panyiwi yang terletak disebelah timur Mesjid Raya Rappang, Kec. Panca Rijang kab. Sidenreng Rappang Prov. sulawesi-Selatan. Situs tersebut berada di titik koordinat S 03 50 49.8 ", E 119 49 11.2 " dengan elevasy /ketinggian 45 meter dari permukaan laut dan menempati areal seluas 560 m2.

Latar Sejarah               :        Lacanno atau yang lebih dikenal dengan Petta Lampe Uttu/ Petta Gilireng adalah seorang Panglima perang kerajaan Rappang pada masa pemerintahan Arung Rappang. Beliau adalah bangsawan yang berasal dari gilireng daerah Wajo yang mengadakan hubungan persahabatan dengan kerajaan Rappang dan akhirnya beliau melaksanakan perkawinan dengan putri Arung Rappang dan akhirnya beliau diberi jabatan sebagai Sulewatang Arung Rappang pertama.
                                   Lacanno yang bergelar sebagai Petta Lampe Uttu karena beliau mempunyai lutut yang panjang seperti orang kebanyakan. Beliau juga mempunyai kelebihan yaitu menguasai ilmu bela diri pencak silat dan terkenal akan keberaniannnya sehingga beliau juga di angkat sebagai Panglima Perang Kerajaan Rappang hingga akhir hayatnya.
                                " La Canno who of titled as Petta lampe Uttu was Commander in Kingdoom of Rappang at period The Aroeng Rappang. He was nobleman from Gilireng the district of Wajo who of relation ship with the Kingdoom Rappang and finnally to take wedding with the  princess  Aroeng Rappang and togive possition job as the first Sulewatang Arung Rappang ."

 

 

Struktur Makam Syeh Jamaluddin Padaelo

Diposting oleh Unknown , 08.51

Struktur Makam Syeh Jamaluddin Padaelo
Deskripsi                 : Makam  Syeh  Jamaluddin Usman Padaelo berbentuk  persegi  panjang
memiliki dua buah batu nisan. Batu nisan berbentuk silindrik dengan ukiran  dan mewakili masa Islam. Batu nisan berwarna putih perak dan abu-abu dengan ukuran makam tersebut, panjang 90 cm, lebar 40 cm dan tinggi 55 cm. Bahan dasar makam terbuat dari batu padas dan andessif dan belum mengalami perubahan. Orientasi makam tersebut menghadap dari utara ke selatan. Situs ini terletak di dalam kompleks perkuburan Baki'E Rijang Baking yang terletak di Kel. Lalebata, Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi-Selatan dengan titik koordinat S 03. 50 672 ", E 119. 49 392 " dan berada di ketinggian/ elevasi 45 meter di atas permukaan laut dengan luas situs sekitar 2 hektar.   

Latar Sejarah              :  Syeh Jamaluddin Usman Padaelo adalah seorang Ulama/ Muballiq yang kharismatik. Beliau dilahirkan di Mekkah pada tahun 1876 dan kemudian bermukim di Rappang yang merupakan keturunan jawa dari ayahnya dan kakeknya yaitu Syeh Usman Padaelo bin Syeh Abdullah bin Syeh Ahmad yang juga konon kabarnya merupakan keturunan dari Sunan Giri. Syeh Jamaluddin Padaelo menjabat sebagai Kadhi di Sidenreng Rappang pada tahun 1925 - 1947 dan kemudian digantikan oleh menantunya.
                               Syeh Jamaluddin Usman Padaelo sangat erat hubungannya dengan K.H. Muhammad Thahir ( Imam Lapeo ) yang menganggap sebagai saudara sepupu kandungnya dunia akhirat. Syeh Jamal Padaelo seorang ulama Ahlu Sunnah Wal Jama'ah mengajarkan tafsir, ilmu fikih (Hukum Islam) Ilmu falaq dan doa-doa mujarab kepada murid-muridnya yang sebagian adalah pejuang kemerdekaan Indonesia di Ajatapareng mendidik para Imam kampung untuk meningkatkan kualitas para imam kampung pada jaman penjajahan sampai jaman kemerdekaan . Beliau ini seorang ulama shahih dan hampir menyamai seorang wali karena keistimewaannya dari doa-doa yang dimiliki sebagaimana yang dimiliki oleh para leluhur secara turun temurun sebagai pengajar/ penyiar agama Islam sampai tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia.
                                 Syeh Jamaluddin Usman Padaelo wafat di Rappang pada tanggal 27 April tahun 1958 di usia yang ke - 82 tahun.




Struktur Makam Syeh Boddi

Diposting oleh Unknown , Senin, 12 September 2016 04.46

Struktur Makam Syeh Boddi 



Deskripsi               : Makam Syeh Boddi berbentuk persegi panjang dengan satu batu nisan
kayu yang sudah membatu atau sudah menjadi fosil kayu. Batu Nisan yang satunya berbentuk gada dengan ukiran dan dipenuhi dengan beberapa batu nisan kecil yang baru yang merupakan pemberian para pesiarah kubur . Batu nisan makam yang asli adalah Kayu yang telah menjadi fosil dan mempunyai ukuran panjang/ tinggi 15 cm, lebar 12 cm dengan warna dasar batu nisan kayu tersebut coklat tua dan batu nisan yang satunya berwarna hitam  abu-abu dan mewakili masa gaya Islam,sedangkan badan makam tersebut berukuran panjang 130 cm dan lebar 60 cm . Batu nisan terbuat terbuat dari  batu padas dan belum mengalami peubahan. Letak makam tersebut  menghadap dari utara ke selatan dan makam tersebut terletak di dalam komplek pemakaman BakiE, Rijang Baking Rappang  yang terletak di Kel. Rappang  disebelah timur kota Rappang  Kec. Panca Rijang kab. Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi-Selatan dengan titik koordinat S 03. 50. 672, E 119. 49. 392 dengaan elevasi 45 meter di atas permukaan laut dan berada di dalam areal seluas kurang lebih 2 hektar.

Latar Sejarah               :      Syeh Boddi  adalah seorang Ulama/ Muballig dikenal juga sebagai Tuanta Rappang atau Puatta Syehe yang kemudian bermukim di Rappang tepatnya di Boddi Mario, Beliau adalah salah satu murid Syeh Yusuf yang melanjutkan syiar Islam dengan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya, menanamkan aqidah dan tauhid di antara murid-muridnyasekitar abad ke-17. Beliau ya tulisnya yaitu Tawajjuh, Muraqabah, Muhadarah dan Mur'ayanah .
                                    Syeh Boddi selain sebagai penyiar Islam/ Muballiq juga seorang pejuang dalam melawan pemerintahan kompeni Belanda. menurut cerita masyarakat Syeh Sahabuddin atau Syeh Boddi menetap dan tinggal di daerah yang sekarang bernama Boddi di sebelah utara kota Rappang yang dahulu merupakan danau atau seperti waduk yang terhampar luas dan kemudian beliau mendirikan rumah di atas air/ waduk tersebut, kondisinya sekarang bekas danau atau hamparan air tersebut berubah menjadi lahan persawahan yang subur.
                                        Masa akhir hayatnya beliau di makamkan di Rappang /Alle Gettae dan kemudian dipindahkan ke Gowa oleh Kompeni Belanda dan menurut kabar makam beliau berada di sekitar makam Syeh Yusuf di Katangka Gowa, kemudian kain kafannya di kuburkan di perkuburan Rijang Baking Rappang
                                "Syeh Boddi or Syeh Sahabuddin was the figure of Islamic Muballiq and the hero to oppose the Holland Colonial goverment. He was the pupils Syeh yusuf who of the figure Ulama to continue syiar Islam to the his pupils in 17 th century. Syeh Boddi to write the Tawajjuh, Muraqabah, Muhadarah and mur'ayanah. The doctine of syeh Boddi for the Islamic was remembered in his student and all of people in Sidenreng Rappang region because his service and struggle for islamic and freedom from colonial goverment."


Struktur Makam Syeh Ali Mathar

Diposting oleh Unknown , Minggu, 11 September 2016 05.37

Struktur Makam Syeh ali Mathar

Deskripsi               : Makam Syeh Ali Mathar tak berbentuk persegi  tetapi hanya terpasang
sebuah Batu Nisan dengan bentuk gada polos tanpa ada pahatan atau ukiran. Batu nisan makam mempunyai ukuran panjang/ tinggi 50 cm, lebar 15 cm dengan warna dasar batu nisan tersebut abu-abu dan mewakili masa gaya Islam . Batu nisan terbuat terbuat dari  batu  padas dan belum mengalami peubahan. Orientasi/ letak makam tersebut  menghadap dari utara ke selatan dan makam tersebut terletak di dalam komplek pemakaman Muhammadiyah Lautang Salo Rappang  yang terletak di Lautang Salo Kel. Macorawalie disebelah selatan barat daya kota Rappang  Kec. Panca Rijang kab. Sidenreng Rappang Prov. sulawesi-Selatan dengan titik koordinat S 03. 50. 893 ", E 119. 48. 863" ,berada di ketinggian / elevasi 45 meter diatas permukaan laut dan menempati areal seluas kurang lebih 1 hektar.

Latar Sejarah               :Syeh Ali Mathar adalah seorang Ulama/ Muballig yang ternama, Beliau adalah keturunan Arab dan dilahirkan di Rappang pada hari Selasa, Syawal tahun 1313 H atau bertepatan dengan tahun 1895 Masehi.
                            Syeh ali Mathar adalah orang pertama sebagai pejabat Kepala Urusan Keagamaan di wilayah Sidenreng Rappang atau sama dengan Kepala Departemen/ Kementrian Agama pada masa sekarang ini. Sebagai seorang ulama, beliau bukan hanya berdakwah melalui ceramah atau khotbah agama yang pada masa itu juga sangat sulit menemukan orang yang bisa berkhotbah, tetapi beliau juga mendirikan sekolah agama, kelompok pengajian agama dan kegiatan sosial lainnya. Syeh Ali Mathar juga aktif di organisasi seperti di Muhammadiyah dan merupakan salah satu tokoh pendiri Muhammadiyah di wilayah Sidenreng Rappang.
                             Syeh Ali Mathar juga seorang pejuang dalam menentang pemerintah penjajah baik pada masa pemerintahan Belanda maupun pada masa pemerintahan Jepang. Sekolah agama yang didirikan pertama kali yaitu bernama Ainurrafiq yang bertempat di dekat rumah beliau di sebelah barat Mesjid Raya Rappang, kemudian sekolah tersebut semakin berkembang dengan banyaknya santri dan santriwati/ murid yang banyak berdatangan dari segala penjuru daerah seperti dari Palopo, Enrekang, Wajo, Pinrang , Pare, Barru dan sebagainya. Beliau juga mendirikan Majelis Ta' lim untuk kaum hawa/ ibu-ibu.
                              Pada tahun 1951 Syeh Ali Mathar secara Resmi mendirikan sekolah agama di Rappang yang merupakan cikal bakal sekolah Madrasah Tsanawiah dan Aliyah YMPI Rappang yang bertempat di sebelah timur Mesjid Raya sekarang ini.