Struktur Makam La Canno Petta Lampe Uttu
Deskripsi :
Makam Lacanno ( Petta Lampe Uttu) persesi empat menghampiri bujur
sangkar
dengan ukuran makam panjang 60 cm, lebar 50 cm, tinggi batu Nisan 90 cm. Batu
nisan berbentuk Gada bermahkota mewakili masa gaya Islam dengan warna batu
nisan putih perak dengan warna asli batunya keabu-abuan dan batu nisan terbuat
dari dari batu padas dan telah mengalami
perubahan. Letak / orientasi makam tersebut
menghadap dari utara ke selatan dan makam tersebut terletak di dalam
komplek pemakaman keluarga Arung Rappang/ Kerajaan Rappang " JerraE H.
Andi Djoeddawi Panyiwi yang terletak disebelah timur Mesjid Raya Rappang, Kec.
Panca Rijang kab. Sidenreng Rappang Prov. sulawesi-Selatan. Situs tersebut
berada di titik koordinat S 03 50 49.8 ", E 119 49 11.2 " dengan
elevasy /ketinggian 45 meter dari permukaan laut dan menempati areal seluas 560
m2.
Latar Sejarah : Lacanno
atau yang lebih dikenal dengan Petta Lampe Uttu/ Petta Gilireng adalah seorang
Panglima perang kerajaan Rappang pada masa pemerintahan Arung Rappang. Beliau
adalah bangsawan yang berasal dari gilireng daerah Wajo yang mengadakan
hubungan persahabatan dengan kerajaan Rappang dan akhirnya beliau melaksanakan
perkawinan dengan putri Arung Rappang dan akhirnya beliau diberi jabatan
sebagai Sulewatang Arung Rappang pertama.
Lacanno
yang bergelar sebagai Petta Lampe Uttu karena beliau mempunyai lutut yang
panjang seperti orang kebanyakan. Beliau juga mempunyai kelebihan yaitu
menguasai ilmu bela diri pencak silat dan terkenal akan keberaniannnya sehingga
beliau juga di angkat sebagai Panglima Perang Kerajaan Rappang hingga akhir
hayatnya.
" La Canno who of titled as Petta lampe Uttu was Commander in Kingdoom of Rappang at period The Aroeng Rappang. He was nobleman from Gilireng the district of Wajo who of relation ship with the Kingdoom Rappang and finnally to take wedding with the princess Aroeng Rappang and togive possition job as the first Sulewatang Arung Rappang ."
Diposting oleh
Unknown
,
08.51
Struktur Makam Syeh Jamaluddin Padaelo
Deskripsi :
Makam Syeh Jamaluddin Usman Padaelo berbentuk persegi
panjang
memiliki
dua buah batu nisan. Batu nisan berbentuk silindrik dengan ukiran dan mewakili masa Islam. Batu nisan berwarna
putih perak dan abu-abu dengan ukuran makam tersebut, panjang 90 cm, lebar 40
cm dan tinggi 55 cm. Bahan dasar makam terbuat dari batu padas dan andessif dan
belum mengalami perubahan. Orientasi makam tersebut menghadap dari utara ke
selatan. Situs ini terletak di dalam kompleks perkuburan Baki'E Rijang Baking
yang terletak di Kel. Lalebata, Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng
Rappang Provinsi Sulawesi-Selatan dengan titik koordinat S 03. 50 672 ", E
119. 49 392 " dan berada di ketinggian/ elevasi 45 meter di atas permukaan
laut dengan luas situs sekitar 2 hektar.
Latar Sejarah : Syeh
Jamaluddin Usman Padaelo adalah seorang Ulama/ Muballiq yang kharismatik.
Beliau dilahirkan di Mekkah pada tahun 1876 dan kemudian bermukim di Rappang
yang merupakan keturunan jawa dari ayahnya dan kakeknya yaitu Syeh Usman
Padaelo bin Syeh Abdullah bin Syeh Ahmad yang juga konon kabarnya merupakan
keturunan dari Sunan Giri. Syeh Jamaluddin Padaelo menjabat sebagai Kadhi di
Sidenreng Rappang pada tahun 1925 - 1947 dan kemudian digantikan oleh
menantunya.
Syeh
Jamaluddin Usman Padaelo sangat erat hubungannya dengan K.H. Muhammad Thahir (
Imam Lapeo ) yang menganggap sebagai saudara sepupu kandungnya dunia akhirat.
Syeh Jamal Padaelo seorang ulama Ahlu Sunnah Wal Jama'ah mengajarkan tafsir,
ilmu fikih (Hukum Islam) Ilmu falaq dan doa-doa mujarab kepada murid-muridnya
yang sebagian adalah pejuang kemerdekaan Indonesia di Ajatapareng mendidik para
Imam kampung untuk meningkatkan kualitas para imam kampung pada jaman
penjajahan sampai jaman kemerdekaan . Beliau ini seorang ulama shahih dan
hampir menyamai seorang wali karena keistimewaannya dari doa-doa yang dimiliki
sebagaimana yang dimiliki oleh para leluhur secara turun temurun sebagai
pengajar/ penyiar agama Islam sampai tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia.
Syeh
Jamaluddin Usman Padaelo wafat di Rappang pada tanggal 27 April tahun 1958 di
usia yang ke - 82 tahun.
Struktur Makam Syeh Boddi
Deskripsi :
Makam Syeh Boddi berbentuk persegi
panjang dengan satu batu nisan
kayu
yang sudah membatu atau sudah menjadi fosil kayu. Batu Nisan yang satunya
berbentuk gada dengan ukiran dan dipenuhi dengan beberapa batu nisan kecil yang
baru yang merupakan pemberian para pesiarah kubur . Batu nisan makam yang asli
adalah Kayu yang telah menjadi fosil dan mempunyai ukuran panjang/ tinggi 15
cm, lebar 12 cm dengan warna dasar batu nisan kayu tersebut coklat tua dan batu
nisan yang satunya berwarna hitam
abu-abu dan mewakili masa gaya Islam,sedangkan badan makam tersebut
berukuran panjang 130 cm dan lebar 60 cm . Batu nisan terbuat terbuat dari batu padas dan belum mengalami peubahan.
Letak makam tersebut menghadap dari
utara ke selatan dan makam tersebut terletak di dalam komplek pemakaman BakiE,
Rijang Baking Rappang yang terletak di
Kel. Rappang disebelah timur kota
Rappang Kec. Panca Rijang kab. Sidenreng
Rappang Propinsi Sulawesi-Selatan dengan titik koordinat S 03. 50. 672, E 119.
49. 392 dengaan elevasi 45 meter di atas permukaan laut dan berada di dalam
areal seluas kurang lebih 2 hektar.
Latar Sejarah : Syeh
Boddi adalah seorang Ulama/ Muballig
dikenal juga sebagai Tuanta Rappang atau Puatta Syehe yang kemudian bermukim di
Rappang tepatnya di Boddi Mario, Beliau adalah salah satu murid Syeh Yusuf yang
melanjutkan syiar Islam dengan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya,
menanamkan aqidah dan tauhid di antara murid-muridnyasekitar abad ke-17. Beliau
ya tulisnya yaitu Tawajjuh, Muraqabah, Muhadarah dan Mur'ayanah .
Syeh
Boddi selain sebagai penyiar Islam/ Muballiq juga seorang pejuang dalam melawan
pemerintahan kompeni Belanda. menurut cerita masyarakat Syeh Sahabuddin atau
Syeh Boddi menetap dan tinggal di daerah yang sekarang bernama Boddi di sebelah
utara kota Rappang yang dahulu merupakan danau atau seperti waduk yang terhampar
luas dan kemudian beliau mendirikan rumah di atas air/ waduk tersebut,
kondisinya sekarang bekas danau atau hamparan air tersebut berubah menjadi
lahan persawahan yang subur.
Masa
akhir hayatnya beliau di makamkan di Rappang /Alle Gettae dan kemudian dipindahkan
ke Gowa oleh Kompeni Belanda dan menurut kabar makam beliau berada di sekitar
makam Syeh Yusuf di Katangka Gowa, kemudian kain kafannya di kuburkan di
perkuburan Rijang Baking Rappang
"Syeh Boddi or Syeh Sahabuddin was the figure of Islamic Muballiq and the hero to oppose the Holland Colonial goverment. He was the pupils Syeh yusuf who of the figure Ulama to continue syiar Islam to the his pupils in 17 th century. Syeh Boddi to write the Tawajjuh, Muraqabah, Muhadarah and mur'ayanah. The doctine of syeh Boddi for the Islamic was remembered in his student and all of people in Sidenreng Rappang region because his service and struggle for islamic and freedom from colonial goverment."
Struktur Makam Syeh ali Mathar
Deskripsi :
Makam Syeh Ali Mathar tak berbentuk persegi
tetapi hanya terpasang
sebuah
Batu Nisan dengan bentuk gada polos tanpa ada pahatan atau ukiran. Batu nisan
makam mempunyai ukuran panjang/ tinggi 50 cm, lebar 15 cm dengan warna dasar
batu nisan tersebut abu-abu dan mewakili masa gaya Islam . Batu nisan terbuat
terbuat dari batu padas dan belum mengalami peubahan.
Orientasi/ letak makam tersebut
menghadap dari utara ke selatan dan makam tersebut terletak di dalam
komplek pemakaman Muhammadiyah Lautang Salo Rappang yang terletak di Lautang Salo Kel.
Macorawalie disebelah selatan barat daya kota Rappang Kec. Panca Rijang kab. Sidenreng Rappang
Prov. sulawesi-Selatan dengan titik koordinat S 03. 50. 893 ", E 119. 48.
863" ,berada di ketinggian / elevasi 45 meter diatas permukaan laut dan
menempati areal seluas kurang lebih 1 hektar.
Latar Sejarah :Syeh
Ali Mathar adalah seorang Ulama/ Muballig yang ternama, Beliau adalah keturunan
Arab dan dilahirkan di Rappang pada hari Selasa, Syawal tahun 1313 H atau
bertepatan dengan tahun 1895 Masehi.
Syeh
ali Mathar adalah orang pertama sebagai pejabat Kepala Urusan Keagamaan di
wilayah Sidenreng Rappang atau sama dengan Kepala Departemen/ Kementrian Agama
pada masa sekarang ini. Sebagai seorang ulama, beliau bukan hanya berdakwah
melalui ceramah atau khotbah agama yang pada masa itu juga sangat sulit menemukan
orang yang bisa berkhotbah, tetapi beliau juga mendirikan sekolah agama,
kelompok pengajian agama dan kegiatan sosial lainnya. Syeh Ali Mathar juga
aktif di organisasi seperti di Muhammadiyah dan merupakan salah satu tokoh
pendiri Muhammadiyah di wilayah Sidenreng Rappang.
Syeh
Ali Mathar juga seorang pejuang dalam menentang pemerintah penjajah baik pada
masa pemerintahan Belanda maupun pada masa pemerintahan Jepang. Sekolah agama
yang didirikan pertama kali yaitu bernama Ainurrafiq yang bertempat di dekat
rumah beliau di sebelah barat Mesjid Raya Rappang, kemudian sekolah tersebut
semakin berkembang dengan banyaknya santri dan santriwati/ murid yang banyak
berdatangan dari segala penjuru daerah seperti dari Palopo, Enrekang, Wajo,
Pinrang , Pare, Barru dan sebagainya. Beliau juga mendirikan Majelis Ta' lim
untuk kaum hawa/ ibu-ibu.
Pada
tahun 1951 Syeh Ali Mathar secara Resmi mendirikan sekolah agama di Rappang
yang merupakan cikal bakal sekolah Madrasah Tsanawiah dan Aliyah YMPI Rappang
yang bertempat di sebelah timur Mesjid Raya sekarang ini.